Senin, 07 Juni 2010

Hujan Rindu

Diposting oleh Celoteh Nonna Kecil di 16.57


Tik,Tik,Tik,

Bunyi hujan di atas genteng.

Satu persatu tetes air merangkai memori

Menyulam kembali a, ba, ta, tsa

yang tertanam dalam setiap doanya


airnya turun tidak terkira…

Menjual nyawa demi seonggok daging

yang kelak mejadi pembangkang,

menusuk jantungnya dalam-dalam.


Menggadaikan jiwanya demi bocah

Yang dengan mudah mencuri susu

Dan membayarnya dengan air tuba


Cobalah tengok, dahan dan ranting…

Bukan sulit memilih madu dan racun

Saat kau berkata Tidak!

Dan aku memohon, Jangan!

Bahkan lebih sulit dari menyatukan madu dan madu

Dari dua bejana yang berbeda.


Pohon dan kebun basah semua…

Tuhan…

Tidak ada Tuhan selain Engkau,

dan aku zalim kepada diriku

dan aku zalim kepada dirinya.

Tuhan,

cintaku untukmu

kemudian cintaku untuknya.

Tuhan…

Sampaikan maafku padanya

Dan katakana rinduku untuknya

Bersama langit yang menangis.

Dan lidahpun berkeluh…

IBU….?



Kosan, 05:57 PM

Hujan sudah reda. Semoga beliau juga suda reda.

Bekson: Azan Maghrib, waktu berbuka puasa

NB : cuma pengen pulang, kenapa harus ditunda ? :(

Kota Tepian, 080710

0 komentar on "Hujan Rindu"

Posting Komentar

 

Celoteh Nonna Kecil Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Sponsored by Online Business Journal